Archive

Archive for the ‘Obituari’ Category

Pak Pujo dan Bu Pujo sugeng tindak wonten ing alam karahayon…!

January 5, 2011 5 comments

Pak Pujo dan Bu Pujo sugeng tindak wonten ing alam karahayon…!
oleh Sugeng Jabrik Triyono

“arep neng ndi Le?”

“ajeng teng panggenane simbah!”

“kene mbrene sik, aku arep omong”

begitu sepenggal dialog antara Pak Pujo yang memanggil Itonk di jalan depan rumahnya. Saat itu Pak Pujo baru saja pulang cari rumput, baru saja meletakkan ‘bongkok-an’ rumputnya, kebetulan Itonk melintas di depannya dan seperti biasanya warga Kinahrejo, maka Pak Pujo pun menyapa dan mempersilahkan mampir, sekedar minum teh dan say hello.

Pak Pujo [foto by Irfan Yusuf]

saat itu Hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010, siang hari, terlihat dari aktivitas Pak Pujo yang sudah selesai ‘ngarit’. Setelah dihentikan di jalan, akhirnya Itonk bergegas memarkir motor di halaman rumah Pak Pujo.

sampai di rumah yg bagian dalam, Itonk bertemu dengan Bu Pujo dan langsung berbicara lantang memberikan ‘warning’nya,

” nek saiki gede tenan jeblugkane, iki ora baen-baen, titenono yo….nek sing iki tenan, jan ndrawasi iki Le..!”demikian ungkap Bu Pujo kepada Itonk.

Read more…

Advertisements
Categories: Obituari

Rumah Pak Pujo dalam Kenangan

December 19, 2010 2 comments

Rumah Pak Pujo dalam Kenangan
Agus Wiyarto

Setiap Pendaki Gunung yang pernah menginjakkan kakinya di Gunung Merapi lewat jalur selatan tepatnya lewat dusun Kinahreja, paling tidak akan mengenal 3 sosok warga yang akrab disambangi dan dipakai untuk transit para pendaki sebelum melakukan pendakian ke Gunung Merapi. Mereka adalah Mbah Maridjan, Bu Udi dan yang terakhir adalah Pak Pujo atau lebih akrab dipanggil Kang Pujo…

Reruntuhan rumah Pak Pujo dilihat dari atas

Posisi rumahnya sebenarnya tidak berada di Kinahreja, tetapi lebih tepat di Ngrangkah meski masih satu pedusunan dengan Kinahreja, Dusun Pelemsari.

Pak Pujo dan Bu Pujo sangat akrab dengan pendaki yg mampir dan menginap dirumahnya, sehingga mereka merasa ‘at home’… tidak mengherankan apabila banyak cerita, kenangan maupun catatan tentang beliau berdua…

Merenungi reruntuhan rumah Pak Pujo

Erupsi Gunung Merapi tanggal 26 Oktober 2010 lalu telah memanggil mereka keharibaan Tuhan Yang Maha Kuasa, bahkan erupsi Gunung Merapi berikutnya tanggal 5 Nopember 2010 benar-benar telah meluluh lantakan seluruh rumah Pak Pujo, rumahnya para pendaki… yang tinggal hanyalah kenangan yg tak terlupakan…

Selamat Jalan Pak Pujo, Bu Pujo… do’a kami menyertaimu

Naskah: Agus Wiyarto
Foto: Suel Atau Lukianto



Categories: Obituari

(mBah) MARIJAN…

November 30, 2010 4 comments

(mBah) MARIJAN…
Suel Atau Lukianto

Disebuah malam yang hening, disebuah amben dari bambu, mbah Hargo tersenyum lembut menceritakan sebuah falsafah yang dia anut. Mbah Hargo adalah ayahanda mbah  Marijan, meninggal ± 30 tahun silam.

Dengan menikmati sepiring telo goreng dan secangkir kopi panas, mbah hargo menguraikan salah satu falsafahnya : “Hiduplah seperti daun…” Dari saat tumbuh menjadi beban bagi bagian tumbuhan lainnya, namun menambah keindahan pohon karena hijaunya yang segar. Setelah beranjak dewasa iapun memenuhi tugasnya untuk menjadi ‘dapur’ bagi seluruh tubuhnya. Dengan kadar hijau daunnya mampu memasak makanan bagi seluruh bagian pohon. Saat dia tua, kering dan gugur, jasadnya menjadi humus bagi pohon2 yang masih tegak. Matipun ia masih bermanfaat. Dia bakal dilupakan namun jasanya seumur semesta.

Itulah, falsafah yang dianut turun temurun., dan terus berdiri tegak saat dipegang Marijan. Saya pernah bertanya pada lelaki ini :” Apakah kang Marijan tidak takut pada Merapi..?” Jawabnya :” Apakah kamu tidak takut menyalahi amanah? Siapa yang tidak takut dengan Merapi ? Namun ini adalah amanah dan itu sudah janjiku………….”

Dia dia telah memenuhi  janjinya. Dibalik ketenaran dan apapun yang dimilikinya sebagai seorang bintang iklan, kehidupannya masih sangat sederhana.  Banyak yang merasa kehilangan lelaki ini. Namun hampir semua yang mengenalnya, merasa keteladanannya sebagai seorang pemimpin adalah pantas untuk dibanggakan.

Selamat  jalan Kang, (kami memanggilnya begitu sejak tahun 1980-an)…….. semoga Allah memberikanmu tempat yang layak bagi pemegang amanah. Kami akan selalu merindukanmu, kami akan berdo’a untukmu dan seluruh saudara yang mengikutimu saat ini…

Sumber:
1. Foto: http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-pacific-11646879



Categories: Obituari