Archive

Archive for the ‘Berita Merapi’ Category

Gunakan Kearifan Itu untuk Membangun

November 28, 2010 Leave a comment

Gunakan Kearifan Itu untuk Membangun

Meletusnya Gunung Merapi secara kontinu sejak 26 Oktober lalu tak menyurutkan langkah penduduk di sekitar lereng Merapi kembali ke rumah mereka. Menurut Lucas Sasongko Triyoga, yang pernah melakukan penelitian terhadap penduduk di lereng gunung pada 1984, itu lantaran adanya sistem kepercayaan yang dianut masyarakat sekitar Merapi.

“Mereka sudah lama turun-temurun beradaptasi di daerah itu. Bagi kita (itu) risiko, bagi mereka bukan risiko,” ujar Lucas. Penulis buku Manusia Jawa dan Gunung Merapi: Persepsi dan Kepercayaannya ini menjelaskan, masyarakat Jawa percaya bahwa Merapi menjadi tempat tinggal leluhur Keraton Mataram. Saat meletus, oleh masyarakat setempat dimaknai bahwa Merapi sedang membuang kotoran. “(Lagi) bersih-bersih atau ada perkawinan antara Laut Selatan dan Gunung Merapi,” katanya.

Read more…

Advertisements
Categories: Berita Merapi

Watu Gajah Kepuhsari

November 25, 2010 11 comments

Watu Gajah Kepuhsari


Watu Gajah dan Merapi


Watu Gajah dan Saya


Tiga Generasi Geologis di Watu Gajah

Categories: Berita Merapi

Merapi setelah Erupsi dari berbagai Sudut

November 25, 2010 2 comments

Merapi setelah Erupsi dari berbagai Sudut


Sumber: http://www.crisp.nus.edu.sg/

Categories: Berita Merapi, Peta

Keputusan Pengurangan Daerah Bahaya Merapi Per 19 November 2010

November 20, 2010 Leave a comment

KEPUTUSAN PENGURANGAN DAERAH BAHAYA MERAPI PER 19 NOVEMBER 2010


Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pukul 00:00-12:00 WIB erupsi masih berlangsung meski dengan intensitas yang menurun. Berikut disajikan rangkuman hasil pemantauan terkini, meliputi data pemantuan secara instrumental dan visual.

1. Kegempaan
Berdasarkan hasil pemantauan kegempaan diperoleh jumlah kegempaan sebagai berikut:


Jenis Gempa 17 Nov 2010 18 Nov 2010 19 Nov 2010
00:00-24:00 WIB 00:00-24:00 WIB 00:00-12:00
Vulkanik 22 57 7
MP
LF
Tremor beruntun Beruntun beruntun
Guguran 8 6 4
AP (Awanpanas) 1
Tektonik 3 2 1

2. Deformasi
Data dari tiltmeter menunjukkan deformasi yang fluktuatif namun tidak menunjukkan adanya inflasi (penggembungan) yang signifikan. Pemantauan deformasi dengan menggunakan GPS (Global Positioning System) geodetik menunjukkan adanya deflasi (penurunan) di kaki G. Merapi sebelah Tenggara.

3. Visual
Petugas dari pos pengamatan G. Merapi melaporkan, cuaca sejak dini hari hingga siang hari selalu diselimuti kabut tipis hingga pekat, mendung, dan terjadi hujan dengan intensitas rendah hingga sedang. Saat kabut tipis, puncak G. Merapi dapat terlihat samar, dengan penampakan visual, sebagai berikut: asap solfatara berwarna putih hingga kecoklatan tebal dengan tinggi maksimum 600 m bertekanan lemah hingga sedang condong ke Barat hingga Barat Daya teramati dari pos Tempel dan Ketep. Terjadi hujan abu tipis pada pukul 01:28 WIBdan 06:10 WIB di Ketep. Dari CCTV Delas dan Museum terekam cuaca kabut sejak dini hari hingga siang hari.Terekam asap solfatara keabuan hingga kecoklatan bertekanan lemah dengan tinggi maksimal 80 m condong ke Barat hingga Barat Daya.

Awas Lahar
Secara umum, endapan lahar telah teramati di semua sungai yang berhulu di puncak G. Merapi dari arah Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, hingga Barat Laut, meliputi K. Woro, K.Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. tringsing, dan K. Apu.

Kesimpulan
Berdasarkan pemantauan instrumental dan visual, aktivitas G. Merapi masih tinggi. Maka stastus aktivitas G. Merapi pada tingkat AWAS (Level 4). Ancaman bahaya langsung erupsi G.Merapi berupa awanpanas dan ancaman tidak langsung berupa lahar. Terhitung tanggal 19 November 2010 pukul 12:00 WIB, wilayah yang aman bagi parapengungsi adalah sebagai berikut: Kab. Sleman: sebelah Timur K. Boyong di luar 15 km, sebelah Barat K. Boyong di luar 10 km dari puncak G. Merapi. Kab. Magelang di luar 10 km daripuncak G. Merapi. Kab. Boyolali di luar 5 km dari puncak G. Merapi. Kab Klaten di luar 10 km dari puncak G. Merapi.

Sumber:
http://www.merapi.bgl.esdm.go.id
http://geospasial.bnpb.go.id/

Categories: Berita Merapi

Sistem Deteksi Lahar

November 17, 2010 Leave a comment

Sistem Deteksi Lahar

Keberadaan alat pendeteksi lahar dingin yang dimiliki BPPTK sangat penting. Alat early warning system ini bernama monitor akustik aliran  (AFM). Sejumlah enam AFM, baru dipasang dua hari yang lalu di pinggiran Kali Boyong, Kuning dan Gendol, untuk melengkapi alat serupa yang sudah ada sejak tahun 1995.

Di bawah ini sekilas mengenai mengenai monitor akustik aliran (AFM)


Pemasangan Sistem Deteksi Lahar di Gunung Pinatubo Philipina

Sampai saat ini, kebanyakan peringatan  dari lahar yang bergegas menuruni lembah menuju kota didasarkan pada penampakan visual,  baik dari kamera video atau dari pengamat yang berada di sepanjang lembah. Mempertahankan kamera video dalam lembah terpencil dan dalam kondisi cuaca ekstrim sangat mahal, dan gambar masuk harus diawasi terus menerus oleh orang. Mengandalkan banyak pengamat di beberapa lembah untuk waktu yang lama adalah sangat memakan waktu, dan kadang-kadang peringatan datang terlambat atau tidak ada sama sekali. Sebuah metode baru yang dikembangkan oleh seorang ilmuwan USGS untuk mendeteksi lahar telah terbukti sangat handal, tahan lama, dan murah. Sekarang digunakan hilir beberapa gunung berapi di Amerika Serikat, Indonesia, Filipina, Ekuador, Meksiko, dan Jepang. Read more…

Categories: Berita Merapi

Pelacakan Satelit Awan Abu Vulkanik G. Merapi

November 16, 2010 2 comments

Pelacakan Satelit Awan Abu Vulkanik G. Merapi

Sejak seri terbaru dari letusan mematikan, Gunung Merapi di Jawa telah memuntahkan awan abu vulkanik ke udara. Data satelit sangat penting untuk menilai bahaya letusan untuk lalu lintas udara dan keselamatan umum.

Gunung Merapi mulai meletus pada tanggal 26 Oktober dan telah menewaskan lebih dari 200 orang. Sejumlah penerbangan internasional masuk  dan keluar dari wilayah Indonesia telah dibatalkan karena awan abu.

Terbang melalui awan tersebut merupakan ancaman terhadap keselamatan karena  partikel merusak dapat mengakibatkan kegagalan mesin.

Download:                                             HI-RES GIF (Size: 952 kb)

Misalnya, pada tanggal 28 Oktober Thomas Cook Skandinavia Airbus terbang melalui awan Merapi dalam perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi, dengan berhenti di Batam. Setelah di Batam, ditemukan bahwa mesin rusak dan harus diganti.

Read more…

Categories: Berita Merapi

Poster Mengenai Mitigasi Lahar Dingin

November 16, 2010 1 comment

Instruksi Mengenai Mitigasi Lahar Dingin

Banjir lahar dingin merupakan bahaya sekunder akibat letusan gunung Merapi. Material hasil letusan yang berada di hulu sungai yang berada di gunung Merapi bisa menjadi banjir lahar yang membahayakan penduduk tinggal di daerah aliran sungai. Untuk meminimalisir dampak yang dihasilkan oleh banjir lahar, SATGAS MITIGASI BAHAYA MERAPI FT UGM membuat beberapa poster mengenai Mitigasi Lahar Dingin sebagai berikut.

1. Daftar Barang Pribadi yang harud Dipersiapkan

Read more…

Categories: Berita Merapi