Home > Aktivitas Merapi, Ilmu Gunung Api > Krisis Erupsi Merapi 21-24 Mei 2018 dan Status Waspada (Level II)

Krisis Erupsi Merapi 21-24 Mei 2018 dan Status Waspada (Level II)

Selama tiga hari berturut-turut mulai Senin 21 Mei 2018, Gunung Merapi mempertontonkan solah tingkahnya yang tak pernah terlihat selama setidaknya delapan tahun terakhir. Ia mengalami erupsi secara bertubi-tubi, hingga 8 kejadian, dalam tempo 81 jam. Erupsi pertama terjadi pada Senin dinihari 21 Mei 2018 pukul 01:25 WIB, yang membumbungkan asap dan debu hingga setinggi 700 meter di atas kawah. Sementara erupsi terakhir terjadi pada Kamis 24 Mei 2018 pukul 10:48 WIB, menyemburkan debu vulkanik hingga menjangkau ketinggian 1.500 meter di atas kawah.

Gambar 1. Kolom letusan mulai membumbung saat terjadi erupsi ke-2 dalam babak erupsi beruntun Gunung Merapi selama 81 jam, 21-24 Mei 2018. Semula disangka sebagai erupsi freatik, analisis debu produk letusan memperlihatkan erupsi ini merupakan awal dari erupsi magmatik Merapi. Diabadikan dari Selo. Sumber: Anonim, 2018.

Erupsi bertubi-tubi itu menaburkan tak kurang dari 37.000 meter3 material vulkanik ke langit. Sebagian besar diantaranya disemburkan pada erupsi Kamis dinihari 24 Mei 2018 pukul 02:56 WIB, yang menghembuskan kolom letusannya hingga setinggi 6.000 meter di atas kawah. Menjadikannya erupsi terbesar semenjak berakhirnya episode Letusan Merapi 2010 dan sedikit lebih besar dibanding erupsi freatik Merapi 11 Mei 2018. Erupsi bertubi-tubi itu menyebabkan lereng gunung sektor barat daya dan selatan diguyur pasir. Sedangkan debu vulkaniknya yang melayang terbawa angin ke selatan menghujani Yogyakarta sebagai hujan abu tipis. Sementara debu yang melayang jauh barat mampu menciptakan hujan abu tipis di Kroya (Kabupaten Cilacap) yang berjarak 130 kilometer dari Merapi.

Pendeknya, selama babak erupsi yang bertubi-tubi tersebut tujuh kabupaten/kota di dua propinsi sempat terpapar debu vulkanik. Yakni Kota Yogyakarta, Kab. Sleman dan Kab. Kulonprogo di propinsi DIY. Dan Kab. Magelang, Kab. Purworejo, Kab. Kebumen serta Kab. Cilacap di propinsi Jawa Tengah. Kecuali di kabupaten yang tepat berbatasan dengan gunung Merapi, paparan debu vulkaniknya sangat ringan. Ia hanya baru bisa dirasakan mengganggu di kedua mata kita manakala berkendara. Tak ada korban luka-luka, apalagi korban jiwa, yang jatuh akibat rentetan erupsi ini.



Gambar 2. Sebaran debu vulkanik produk erupsi debu Merapi, mulai dari erupsi pertama (atas), kedua (tengah) dan kelima (bawah). Sumber: BPPTKG, 2018.

Awal Letusan Merapi 2018?

Krisis erupsi Merapi yang ditandai rentetan erupsi itu semula diduga sebagai erupsi freatik. Atau serupa dengan kejadian erupsi freatik Merapi 11 Mei 2018 yang mengejutkan. Namun analisa BPPTKG (Balai Penelitian dan Pengembangan Teknik Kebencanaan Geologi) terhadap sampel debu vulkanik produk erupsi 21 Mei 2018 menyajikan cerita berbeda. Komposisinya ternyata berbeda dengan komposisi debu vulkanik produk erupsi freatik Merapi 11 Mei 2018, khususnya dalam hal kadar Silikat (SiO2).

Gambar 3. Hasil analisis BPPTKG tentang komposisi debu vulkanik produk krisis erupsi Merapi dibandingkan dengan produk erupsi freatik 11 Mei 2018 serta produk Letusan Merapi 2006 dan Letusan Merapi 2010. Nampak jelas debu produk krisis erupsi Merapi kali ini berbeda dengan produk erupsi sebelumnya, indikasi adanya keterlibatan magma segar. Sumber: BPPTKG, 2018.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa erupsi beruntun itu lebih didominasi oleh aktivitas magma segar. Yakni magma yang berasal dari dapur magma di perutbumi Merapi dan sedang bergerak naik. Bukan magma tua, yakni magma sisa episode letusan sebelumnya terutama Letusan Merapi 2010 yang membentuk kubah lava di dasar kawah saat ini. Mungkin lebih tepat bila rangkaian letusan di awal krisis erupsi Merapi kali ini disebut erupsi debu yang bertenagakan dorongan gas-gas vulkanik panas dari magma segar Merapi. Bukan lagi erupsi freatik, erupsi yang didorong oleh uap air bertekanan tinggi akibat pemanasan bawah tanah oleh magma tua di dasar kubah lava 2010. Dengan kata lain, krisis erupsi Merapi saat ini merupakan awal dari fase letusan magmatik.

Selain gempa-gempa letusan, krisis erupsi Merapi juga ditandai oleh gempa khas. Pasca terjadinya erupsi debu ketiga pada 21 Mei 2018 pukul 17:50 WIB, terdeteksi satu gempa vulkanik dalam pada pukul 19:12 WIB. Sumbernya sedalam 3 kilometer di bawah kawah. Gempa vulkanik dalam adalah indikasi gerakan fluida (magma atau gas) di perutbumi Merapi. Selepas gempa vulkanik ini terjadilah gempa tremor menerus. Ini adalah gempa khas pada gunung berapi akibat vibrasi (getaran) menerus pipa magma di bawah kawah manakala fluida segar (magma maupun gas) melewatinya dengan kecepatan tertentu. Tremor menerusitu berdurasi 5 menit dengan frekuensi 0,2 Hz.

Gambar 4. Situasi kegempaan Gunung Merapi pada Senin 21 Mei 2018 sebagaimana terekam dari stasun seismik Pasarbubar. Nampak gempa letusan dari erupsi ketiga (pukul 17:50 WIB), yang disusul dengan kehadiran gempa vulkanik dalam (pukul 19:12 WIB) dan akhirnya gempa tremor. Inilah salah satu alasan BPPTKG menaikkan status aktivitas Gunung Merapi menjadi Waspada (Level II). Sumber: BPPTKG, 2018.

Kombinasi hasil pengamatan rentetan erupsi tersebut dengan data seismik melandasi BPPTKG untuk menaikkan status aktivitas Gunung Merapi. Maka sejak Senin 21 Mei 2018 pukul 23:00 WIB, Gunung Merapi menyandang status Waspada (Level II). Kenaikan status ini sekaligus menjadi penanda bagi awal dari episode letusan yang baru, yakni Letusan Merapi 2018.

Konsekuensi

Naiknya status Gunung Merapi memberikan sejumlah implikasi. Misalnya, kegiatan pendakian Gunung Merapi dihentikan kecuali untuk kepentingan penelitian dan penyelidikan terkait mitigasi bencana letusan. Penghentian kegiatan pendakian juga diikuti dengan keputusan penutupan Taman Nasional Gunung Merapi Merbabu dari aktivitas manusia oleh Balai TNGM. Selanjutnya, dibentuk zona beradius 3 kilometer dari kawah yang harus kosong dari aktivitas manusia. Implikasinya sejumlah obyek wisata di dalam dan di sekitar zona tersebut juga ditutup untuk sementara.

Gambar 5. Kepulan debu vulkanik Merapi di dasar kolom letusan pada saat terjadinya erupsi kedua (21 Mei 2018 pukul 09:38 WIB) seperti yang direkam kamera sirkuit tertutup (CCTV) di puncak. Sumber: BPPTKG, 2018.

Kenaikan status aktivitas menjadi Waspada (Level II) juga berdampak pada masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Merapi. Bagi penduduk dalam KRB I dan KRB II, aktivitas sehari-hari dapat dilakukan seperti sedia kala. Akan tetapi penduduk dalam KRB III, yakni kawasan yang terdekat dengan kawah Merapi, perlu meningkatkan kewaspadaan meski tetap bisa menunaikan aktivitasnya sehari-hari.

Status Waspada (Level II) pada Gunung Merapi dengan krisis erupsinya yang menandai awal periode Letusan Merapi 2018 menunjukkan bahwa gunung berapi teraktif di Indonesia tersebut kini mulai bangun kembali. Menggeliat setelah terlelap selama hampir delapan tahun lamanya pasca episode Letusan Merapi 2010. Aktivitas ini merupakan bagian dari siklus yang dijalani Gunung Merapi, layaknya kehidupan makhluk hidup. Mari hormati dan berikan ruang bagi Gunung Merapi selama menunaikan hajatnya setelah sekian lama sang gunung terlelap sembari menyajikan manfaat luar biasa untuk perikehidupan umat manusia disekelilingnya. Mari sosialisasikan status Gunung Merapi apa adanya, mengacu pada institusi yang berwenang untuk itu, sehingga kita bisa memberinya kesempatan sejenak untuk beraktivitas.

Referensi :

BPPTKG. 2018. Surat Peningkatan Tingkat Aktivitas Gunung Merapi dari Normal ke Waspada. Tertanggal 21 Mei 2018.

BPPTKG. 2018. Laporan Peningkatan Aktivitas Gunung Merapi. Tertanggal 21 Mei 2018.

BPPTKG. 2018. Siaran Pers Rilis 23 Mei 2018.

BPPTKG. 2018. Siaran Pers Rilis 24 Mei 2018.

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: