Archive

Archive for January, 2011

Alat pemantau banjir lahar dingin di Kali Boyong dan Kali putih

January 23, 2011 4 comments

Alat pemantau banjir lahar dingin di Kali Boyong dan Kali putih

oleh Prof Budi Wignyosukarto

Laboratorium hidraulika Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan FT UGM telah memasang beberapa alat pemantau banjir lahar dingin di lapangan yang dapat dipantau online lewat website lab. Salah satu contoh adalah pemantau elevasi muka air di Rejodani Kali Boyong yang dapat di lihat di http://data.hydraulic.lab.cee-ugm.com/awlr/rejodani/ Travel time Rejondani hingga Jembatan Wreksodiningrat 50 menit, sehingga data ini bisa dipakai sebagai early warning.

Alat pemantau banjir lahar dingin di Kali putih

Sebuah kamera juga dipasang di Kali putih di Dam PU-D1, yang juga dapat dilihat online lewat http://data.hydraulic.lab.cee-ugm.ac.id/cam/ travel time dari titik ini hingga jalan raya di Jumoyo adalah 20-30 menit, sehingga juga dapat dipakai sebagai early warning.

Advertisements
Categories: Lahar Merapi

Beasiswa MERAPI: Satu AYAM Satu ANAK

January 15, 2011 4 comments

Beasiswa MERAPI
oleh Gunawan Julianto

Donasi beasiswa u/ anak2 bermacam bentuknya. Ada yg diwujudkan barang ada yg berupa uang tunai yg kemudian dikelola si penerima, dll.

Tlatah Bocah menginisiasi beasiswa yg sedikit unik, yakni memberikan anak-anak Merapi berupa ayam kampung siap telur.

KENAPA?

Ayam sangat dekat dg kehidupan dusun. Hampir setiap keluarga mempunyai piaraan ini. Disamping harganya murah, pemeliharaannya cukup praktis. Cukup dipanggil “kuuurr…kuuurrr..kuuur..” pasti mendekat krn saat itulah makanan sdh disajikan pemiliknya.

Tlatah Bocah mengajak siapa saja berpartisipasi ikut program 1 anak 1 ayam u/ anak2 Merapi. Anak kelas 4 – 9 akan mendapatkan 1 ayam kampung indukan siap bertelur dan mereka memeliharanya. Hal ini mengajari anak: bertanggung jawab, merawat hewan, & menabung.

BAGAIMANA CARANYA?

1. Beasiswa berupa hibah paket 1 ayam + perawatannya Rp 150.000,-
2. Partisipan sukarela mendonasikan sejumlah uang untuk program tersebut,
3. Apabila donasi setiap partisipan kurang / lebih dari nilai tsb diatas, akan digabungkan dg partisipan lain,
4. Penerima hibah adalah anak-anak kelas 4-9 di lereng Merapi (1 ayam kampung siap telur) dan ketua RT/kepala dusun setempat (1 ayam jantan)
5. Pemberian hibah dilakukan setelah terkumpul sejumlah donasi sesuai jumlah anak kelas 4-9 di satu dusun,
6. Dusun yang dipilih dimulai dari dusun yang sedikit jumlah anak usia penerima hibah dan diprioritaskan dusun yang paling dekat dg lereng merapi serta akses terpencil dibanding yang lain,
7. Anak wajib memelihara dan merawat ayam indukan tersebut untuk berkembang biak, ketua RT/kepala dusun wajib merawat ayam jantan dan mengawasi perkembangan ayam-ayam hibah di RT/dusunnya.
8. Anak memberikan 2 anak ayamnya untuk dipelihara anak lain di dusun lain (bergulir)

Saat ini 16 teman2 kecil di Dusun Ngandong, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang mendapatkan paket hibah kolekti kawan2 dari Pulau Nunukan, Kalimantan (dekat Malaysia).

Ayo siapa mau berpartisipasi? Berapapun donasi Anda, akan sangat bermanfaat bagi pembelajaran anak. Masih ada anak-anak dari 19 dusun lain yang siap mensukseskan program ini. Bagaimana dengan Anda?

Program ini tdk murni dr gagasan kami namun merupakan rangkuman dr apa yg telah banyak dilakukan kawan2. Tidak ada hak cipta disini. Kawan2 dpt pula berperan dengan meneruskan ide program ini pada kawan lain, dapat mengaplikasikannya pada lingkungan sendiri.

Mari bergerak bersama, membangun negeri dengan hal kecil.

INFO:
Facebook: Tlatah Bocah
Email: TlatahBocah@gmail.com
Twitter: @tlatahbocah
Telpon: 081802723030
Kontak: Gunawan

Sekretariat:
TLATAH BOCAH
d/a Rumah Pelangi
Jl. Talun Km 1 no. 57B Patosan
Muntilan – Magelang 56412

Categories: Gagas

Pak Pujo dan Bu Pujo sugeng tindak wonten ing alam karahayon…!

January 5, 2011 5 comments

Pak Pujo dan Bu Pujo sugeng tindak wonten ing alam karahayon…!
oleh Sugeng Jabrik Triyono

“arep neng ndi Le?”

“ajeng teng panggenane simbah!”

“kene mbrene sik, aku arep omong”

begitu sepenggal dialog antara Pak Pujo yang memanggil Itonk di jalan depan rumahnya. Saat itu Pak Pujo baru saja pulang cari rumput, baru saja meletakkan ‘bongkok-an’ rumputnya, kebetulan Itonk melintas di depannya dan seperti biasanya warga Kinahrejo, maka Pak Pujo pun menyapa dan mempersilahkan mampir, sekedar minum teh dan say hello.

Pak Pujo [foto by Irfan Yusuf]

saat itu Hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010, siang hari, terlihat dari aktivitas Pak Pujo yang sudah selesai ‘ngarit’. Setelah dihentikan di jalan, akhirnya Itonk bergegas memarkir motor di halaman rumah Pak Pujo.

sampai di rumah yg bagian dalam, Itonk bertemu dengan Bu Pujo dan langsung berbicara lantang memberikan ‘warning’nya,

” nek saiki gede tenan jeblugkane, iki ora baen-baen, titenono yo….nek sing iki tenan, jan ndrawasi iki Le..!”demikian ungkap Bu Pujo kepada Itonk.

Read more…

Categories: Obituari

Banjir Lahar Hujan Bukan Bahaya Sekunder

January 3, 2011 Leave a comment

BANJIR LAHAR HUJAN : BUKAN BAHAYA SEKUNDER

Krisis Merapi belumlah usai. Ancaman banjir lahar hujan, yang berupa material utama lumpur, pasir, batu dan disertai material tambahan kayu, masih mempunyai potensi membahayakan kehidupan masyarakat yang lereng Merapi. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa banjir lahar hujan disebut sebagai bahaya sekunder erupsi Merapi. Hal tersebut benar adanya jika dilihat dari perspektif erupsi Merapi, di mana banjir lahar hujan merupakan dampak lanjutan dari luncuran lahar dan awan panas. Seperti yang diberitakan di Harian Jogja tanggal 24 Desember 2010, bahwa ratusan warga di Dusun Guling, Dusun Gadingan dan Dusun Banaran diungsikan akibat banjir lahar “dingin” di aliran Kali Gendol yang meluap hingga pemukiman warga pada hari Kamis tanggal 23 Desember 2010.

Untuk mendownload gambar ukuran aslinya silahkan kli di laporan sekber

Tim Pemantau Sungai – SEKBER PPA DIY kemudian melalukan survey lapangan pada tanggal 24 Desember 2010 dan 29 Desember 2010 dari Dusun Besalen hingga Dusun Banaran, dengan menghasilkan informasi sebagai berikut:
1. Lokasi Sabo-Dam Bronggang (Foto 7) dan sepanjang kerukan material (Foto 1) menjadi obyek wisata, yang cenderung berbahaya bagi keselamatan wisatawan.
2. Material hasil erupsi yang berada di kawasan pemukiman di Dusun Besalen ke bawah merupakan bidang luncur bagi material Kali Gendol yang ditumpuk oleh back hoe.
Read more…

Categories: Lahar Merapi

Mbah Maridjan dan Demerapisasi

January 1, 2011 Leave a comment

Mbah Maridjan dan Demerapisasi

Nawa Murtiyanto, SIP

Hanya membawa arit dan uceng (tali bambu), bercelana pendek hitam dan kaos Golkar zaman Orde Baru, seorang lelaki sepuh setiap pagi naik ke Pethit Opak di lereng selatan G. Merapi untuk mencari ramban.

Aktivitas harian tersebut tidak lebih dan tidak bukan merupakan salah satu upaya Mbah Maridjan, untuk bertahan hidup di negara yang kondisinya belum mampu memberikan jaminan bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Bertahan hidup, bagi Mbah Maridjan, bukan dimaknai “hari ni makan apa atau siapa” namun dimaknai sebagai “hari ini makan dengan siapa”. Dan dari sekian panjang perjalanan hidupnya, makna bertahan hidup bermuara pada pemahaman bahwa kehidupan manusia dan komponen lingkungan hidup di sekitarnya saling berhubungan, saling bergantung dan saling melengkapi. Bahwa manusia mengambil makanan dari alam dan alam membutuhkan manusia untuk menjaganya.

Konsep kehidupan manusia yang menyelaraskan dengan alam ala Mbah Maridjan, sudah terbukti secara de facto dengan terlestarikannya kondisi alam lereng selatan Merapi sekian puluh tahun. Terlepas dari jabatan informal dan wewenang sebagai salah satu tokoh sosial di masyarakat lereng selatan Merapi, Mbah Maridjan telah menjaga Merapi dengan segenap keyakinan, kepercayaan, pandangan, nilai, norma dan tabiat bathinnya yang kemudian diterjemahkan dalam mitos, simbol, dan ritus sosial budaya yang mengikat masyarakat di sekitar lereng selatan G. Merapi.

Mitos Kyai Petruk dan Ki Sapu Jagad merupakan sebagian rangkaian cerita dalam sistem kcpercayaan dari masa lalu hingga sekarang yang berlaku sebagai kebenaran transedental, kebenaran Illahi. Karena mitos berisikan pengalaman material dan spiritual yang dikembangkan menjadi pengetahuan sosial, maka bagi Mbah Maridjan, mitos menjadi pegangan hidup, kerangka acuan, pedoman dan berfungsi sebagai alat penyadar manusia akan adanya kekuatan-kekuatan gaib, untouchable power. Read more…

Categories: Kearifan Lokal