Home > Kisah > Pasar Bubar 12 Desember 2010

Pasar Bubar 12 Desember 2010

Pasar Bubar 12 Desember 2010
oleh Bengkie Widiono

Setelah erupsi 5 Nov 10, saya naik sendirian tanggal 21 nov dan kemarin 12 des. Perubahan yang signifikan, abu vulkanik sudah tidak beterbangan akibat hujan yang membersihkannya. Abu dan yang terkena air menjadi lebih relatif lebih keras menempel di tanah, bebatuan bahkan tanaman.

Pohon dilereng yang tumbang, rebah, patah dahannya, kemungkinan besar akibat adanya tekanan kolom udara yang sangat dahsyat dari ledakan 5 nov. Tanaman di lereng hanya terpapar abu/pasir vulkanik, tanpa terkena awan panas. Hanya disekitar pasar bubar tanaman terpotong sampai pangkal batang. Peternak sapi masih bisa menggunakan rumput yang tumbuh disela pohon penghijauan, yang terpapar abu, dengan cara dicuci sebelum diberikan ternak. Jalan setapak relatif lebih nyaman untuk ditapaki akibat pasir yang mengeras. Kondisi di sekitar pasar bubar, tanaman tidak ada yang tegak, terpotong sampai pangkal pohon, bahkan monumen yang achpasena yang dipuncak pasar bubar yang tiangnya terbuat dari besi diameter 3inc terpotong2, dan prasastinya terbang entah kemana. 2 monumen yang lainnya tertimbun pasir.

Dilembah pasar bubar, samasekali tidak ada vegetasi yang hidup, selain tercabik akibat ledakan, juga tertimbun material yang sebagian besar pasir vulkanik. Awan panas ditengarai tidak masuk pasar bubar. Suhu tanah pasar bubar juga masih hangat. Sayang, saya tidak beruntung memotret puncak karena tertutup kabut dan angin sangat dingin dan kencang dari arah barat, sedangkan di puncak pasarbubar tidak ada tempat untuk berlindung.

Berdasarkan jejak kaki ditanah, belum banyak yang naik sampai saat ini, paling2 3 rombongan kecil. Secara umum, lereng merapi sebelah utara harusnya segera bangkit, petani harus segera meladang, agar kehidupan kembali normal. Peternak sudah bisa merumput, hanya sedikit kerjaan mencuci rumput yang sedikit berdebu. Biasanya saya berangkat pagi hari jam 5an. Maaf, hanya ini dongeng dari saya, oh ya, saya mengenal Pak Wartono dari cerita teman2 saya ketika suka naik gunung bareng temen2 geologi angkatan 79, saya doakan semoga beliau sehat dan bahagia selalu dalam perlindungan Tuhan. Trims.

Advertisements
Categories: Kisah
  1. December 13, 2010 at 8:47 pm

    Salam.

    Saat ini kalau hari libur, maka lokasi mbaj Maridjan sudah seperti pasar kaget.
    Rame cenderung macet.
    Ongkosnya 20 ribu per orang (naik ojek)

    Salam Sehati.

  2. December 13, 2010 at 9:26 pm

    sungguh ngeriiii…

  3. December 13, 2010 at 9:27 pm

    Pasar bubar….wah sudah berubah total, sudah bisa naikkah ke puncaknya?

  4. December 14, 2010 at 12:47 am

    Sungguh dahsyat ke agunganmu btpa kecil kita ini q jg sngt terharu dan sedih melihat disana krna memoriku prnh tertancap

  5. December 14, 2010 at 6:53 am

    huwaduh.. saya kangen ke sana lagi.. terkenang juga saat suka menyendiri ke sana 😦 dan pasti sudah berubah banyak

  6. December 14, 2010 at 10:53 am

    berapa hari perjalanan Pak sampai situ, pake nginap ato langsung turun? #pengen_ke_situ_pasca_erupsi_tapi_kapan_>,<#

  7. December 14, 2010 at 1:56 pm

    wew, ini pendakian nekat, saya tidak berani naek2 Gunung, klo dingin amat sangat suka kram perut 😦

  8. December 14, 2010 at 2:11 pm

    Rindu puncak garuda….

  9. tohmim
    December 14, 2010 at 4:09 pm

    hebat…salut…apakah sekarang boleh naik ke puncak lagi….pengen lihat perubahannya…

  10. tyo
    December 14, 2010 at 6:28 pm

    wow bos jauh banget perbedaanya……….tempat favorit menyendiri w….maha besarmu tuhan……engkau bisa membuat pemandangan yang indah dari puncak merapi tp kau jg bisa membuat senjata dari puncak itu…..

  11. arifin
    December 14, 2010 at 7:42 pm

    wahh..pasar bubar n puncak garuda,.kapan bisa ksana lagi.

  12. December 15, 2010 at 7:22 am

    Allah maha besar……..

  13. bambang puspo
    December 15, 2010 at 11:11 am

    Batu Garuda apa kemungkinan sudah terbang…?

  14. Endah RH
    December 21, 2010 at 2:15 pm

    Sebelum belokan ke Pasar Bubar relatif tidak banyak berubah, tapi di Pasar Bubarnya berubah total. Pengin banget segera kesana…

  15. coffee
    December 22, 2010 at 12:45 am

    hohho.. mungkin puncak garuda udah nempel di dada para pemain timnas..jadinya menang terus kalo main…
    tahun baru naik merapi ja,,,

  16. August 16, 2011 at 2:45 pm

    subhanallah

    Allah maha besar

  1. December 13, 2010 at 9:57 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: