Home > Lahar Merapi > Seberapa siap mengantisipasi lahar hujan?

Seberapa siap mengantisipasi lahar hujan?

Kemarin, saya sekilas membaca Instrumental lahar monitoring at Merapi Volcano, Central Java, Indonesia. Di paper itu disebutkan, monitoring lahar secara instrumental dilakukan dengan cara alat2 real-time seismic amplitude measurement (RSAM), seismic spectral amplitude measurement (SSAM) and acoustic flow monitoring (AFM) systems. Saya belum tahu RSAM dan SSAM, nanti coba saya baca lebih detil, cuman sedikit tahu tentang AFM yang pernah saya translate di sini http://mountmerapi.net/2010/11/17/sistem-deteksi-lahar/

Di paper itu, yang membuat saya sedikit terkejut adalah jumlah banjir lahar hujan yang menerpa sungai Boyong, Bedok dan Bebeng 1994-1995, 50 kali dengan durasi antara setengah jam sampai 1,5 jam. Waktu itu (November 1994) guguran lava hanya menghasilkan material sebesar 3,5 jt meter kubik dan 2,5 jt meter kubik diantaranya ada di hulu sungai boyong. Kalau kita bandingkan dengan erupsi tahun 2010, yang konon mengeluarkan material sebesar 140 jt meter kubik, jumlah material tahun 1994 relatif tidak besar, dan itu pun sudah menghasilkan frekuensi banjir lahar yang banyak. Saya tidak tahu persis seberapa banyak material yang ada di sungai-sungai yang berhulu di Merapi, hanya bisa menyebut banyak.

Sudahkah kita siap mengantisipasi banjir lahar hujan ini?
Peta Ancaman Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi Tahun 2010 yang menunjukkan kawasan rawan bencana banjir lahar dingin pasca erupsi Gunung Merapi Tahun 2010 (Sumber: BNPB)

Paper yang lain, Lahars at Merapi volcano, Central Java: an overview,
1930: Large scale; 33 events in 1930–1931 in the Batang River; large, scale on 2, 11, 14 January, 19, 20 March, and 27 April; 162, events in 1931–1932; large scale on 17 February and 7 April.

1969: Very large lahars; several overflows; 44 cold lahars in 1969; large events on 19, 20, 22, 23 January, 26 February, and 5 April; 21 events in 1970 and 1971; largest lahar on 17 January 1971, (h = 7 m at Salam). (note: pada tahun 1969 material piroklastiknya 7,7 jt m 3)

Dari dua data diatas, sedikit benang merah yang bisa diambil:
1. Banjir lahar hujan terjadi dalam rentang waktu yang cukup lama, bisa berganti tahun meskipun banjir laharnya kadang cuma sebentar
2. Banyak event banjir lahar terjadi di bulan Januari yang merupakan puncak musim hujan.

So, sekarang sudah Desember.. Januari menjelang dan masih ada waktu untuk bersiap!

Advertisements
Categories: Lahar Merapi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: