Home > Berita Merapi > Pelacakan Satelit Awan Abu Vulkanik G. Merapi

Pelacakan Satelit Awan Abu Vulkanik G. Merapi

Pelacakan Satelit Awan Abu Vulkanik G. Merapi

Sejak seri terbaru dari letusan mematikan, Gunung Merapi di Jawa telah memuntahkan awan abu vulkanik ke udara. Data satelit sangat penting untuk menilai bahaya letusan untuk lalu lintas udara dan keselamatan umum.

Gunung Merapi mulai meletus pada tanggal 26 Oktober dan telah menewaskan lebih dari 200 orang. Sejumlah penerbangan internasional masuk  dan keluar dari wilayah Indonesia telah dibatalkan karena awan abu.

Terbang melalui awan tersebut merupakan ancaman terhadap keselamatan karena  partikel merusak dapat mengakibatkan kegagalan mesin.

Download:                                             HI-RES GIF (Size: 952 kb)

Misalnya, pada tanggal 28 Oktober Thomas Cook Skandinavia Airbus terbang melalui awan Merapi dalam perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi, dengan berhenti di Batam. Setelah di Batam, ditemukan bahwa mesin rusak dan harus diganti.

Vulkanik Ash Advisory Centre (VAACs) bertanggung jawab untuk mengumpulkan informasi awan abu dan menilai risiko penerbangan.  VAAC Australia Darwin menggunakan data satelit dari plume untuk mengeluarkan prakiraan tersebut.

Dr Andrew Tupper dari Biro Meteorologi mengatakan: “pembaruan dari ESA sudah sangat berguna untuk  VAAC Darwin ketika telah diterima secara real time, dan kami berharap bahwa dalam analisis post-event kita akan dapat menunjukkan nilai lebih besar potensi. ”

Satelit membantu VAACs dengan memberikan informasi tentang jejak abu dan gas, seperti belerang dioksida, yang meledak ke atmosfir.

ESA mengirim email notifikasi belerang dioksida yang    mendekati waktu nyata. Peta sekitar lokasi puncak belerang dioksida diletakkan pada halaman web khusus, yang disediakan dalam email.

Download:                                               HI-RES GIF (Size: 1577 kb)

Dukungan  untuk Aviation Controla Service ini berdasarkan data dari satelit ESA Envisat, Eumetsat’s MetOp dan NASA Aura . Animasi ke kanan menunjukkan plume  belerang dioksida dan gerakan dari Indonesia ke Australia selama 4-13 November.

Untuk mengetahui apakah pesawat bisa lewat dengan aman di bawah atau di atas awan abu dan untuk meramalkan pergerakan awan, VAACs memerlukan informasi yang lebih akurat pada ukuran ketinggian dan vertikal dari plume abu.

Download:                                HI-RES GIF (Size: 2953 kb)

ESA memulai proyek ‘‘Support to Aviation for Volcanic Ash Avoidance’ sebagai demonstrasi yang menggunakan data satelit dan pengukuran angin untuk menghitung ketinggian injeksi dari emisi gunung berapi.

Animasi pada model diatas menunjukkan    tinggi plume belerang dioksida Merapi dan gerakannya.

Gangguan Penerbangan dari awan abu Gunung Merapi menggemakan situasi yang dihadapi di Eropa pada bulan April dan Mei ketika  gunung berap iEyjafjallajoekull di Islandia memuntahkan sejumlah besar abu dan banyak penerbangan dibatalkan.

Pada bulan Mei, ESA dan Eumetsat mengadakan pertemuan dengan beberapa ilmuwan terkemuka di dunia untuk melihat bagaimana satelit observasi Bumi  dapat mendukung VAACs. ESA dan Eumetsat yang sekarang bekerja untuk melaksanakan serangkaian rekomendasi yang dituangkan di acara tersebut.

Operasional satelit seperti  METEOSAT Eropa Generasi Ketiga dan Global Monitoring for Environment and Security (GMES) Sentinel akan memastikan pemantauan abu vulkanik dari ruang angkasa secara baik di masa depan.

 

Sumber:
http://www.esa.int/esaEO/SEMY0Y46JGG_index_0.html

Advertisements
Categories: Berita Merapi
  1. November 18, 2010 at 7:22 am

    Salam.

    Makasih telah berbagi.

    Salam Sehati.

  2. November 18, 2010 at 8:31 am

    blog ini laris manis ya?

    sakses buat mas Tomo deh.

    Salam Sehati

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: