Home > Aktivitas Merapi > Aktivitas G. Merapi 16 November 2010

Aktivitas G. Merapi 16 November 2010

Aktivitas G. Merapi 16 November 2010

Aktivitas G. Merapi tanggal 16 November 2010 pukul 00:00 sampai dengan pukul 18:00 WIB.

I. Hasil Pemantauan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pukul 00:00-18:00 WIB erupsi masih berlangsung dengan intensitas yang tinggi.
Berikut disajikan rangkuman hasil pemantauan terkini, meliputi data pemantuan secara instrumental dan visual.

1. Kegempaan
Berdasarkan hasil pemantauan kegempaan diperoleh jumlah kegempaan sebagai berikut:

2. Visual
Dari pos-pos pengamatan G. Merapi, dilaporkan cuaca sejak dini hari hingga siang hari kabut pekat. Hujan teramati berintensitas rendah hingga tinggi, hujan berintensitas lebat terjadi
pukul 04:30-07:53 WIB. Angin tenang berhembus dari Timur ke Barat. Terjadi gempa tektonik pada pukul 10:28 WIB.
Dari pos-pos pengamatan G. Merapi, dilaporkan cuaca sejak dini hari hingga sore hari
kabut pekat. Hujan teramati berintensitas rendah hingga tinggi, hujan lebat terjadi pukul 04:30-
07:53 WIB dan 11:59-12:20 WIB. Angin berhembus dari Timur ke Barat. Terjadi gempa tektonik pada pukul 10:28 WIB.
Dari CCTV Deles dan Museum, terekam G. Merapi tertutup kabut tipis hingga pekat sejak dini hari hingga sore hari.

II. Awas Lahar
Secara umum, endapan lahar telah teramati di semua sungai yang berhulu di puncak G. Merapi dari arah Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, hingga Barat Laut, meliputi K. Woro, K.
Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. tringsing, dan K. Apu.

III. Kesimpulan
Berdasarkan pemantauan instrumental dan visual, aktivitas G. Merapi masih tinggi. Maka stastus aktivitas G. Merapi pada tingkat AWAS (Level 4). Ancaman bahaya langsung erupsi G.
Merapi berupa awanpanas dan ancaman tidak langsung berupa lahar.

IV. Rekomendasi
Sehubungan masih tingginya aktivitas vulkanik G. Merapi dan status masih ditetapkanpada level Awas, maka direkomendasikan sebagai berikut:
1. Agar dilakukan penyelidikan abu gunungapi yang dapat berpotensi mengganggu jalur penerbangan dari dan ke Lapangan Udara Internasional Adisucipto di Yogyakarta.
2. Tidak ada aktivitas penduduk di sekitar alur sungai (ancaman bahaya awanpanas dan lahar) yang berhulu di G. Merapi sektor Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan
Baratlaut meliputi, K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu.
3. Ancaman bahaya erupsi G. Merapi untuk masing-masing wilayah kabupaten sebagai berikut:

4. Masyarakat di sekitar G. Merapi agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten setempat dalam upaya penyelamatan diri dari ancaman bahaya erupsi G.
Merapi.
5. Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kawasan landaan awanpanas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah
Daerah setempat.
6. Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas G. Merapi dan tetap mengikuti
arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Sumber: http://www.merapi.bgl.esdm.go.id/

Advertisements
Categories: Aktivitas Merapi
  1. cantik
    November 16, 2010 at 8:48 pm

    semoga penurunan aktivitas merapi terus terjadi. Puji Tuhan

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: