Home > Aktivitas Merapi > Aktivitas G. Merapi 9 November 2010

Aktivitas G. Merapi 9 November 2010

Aktivitas G. Merapi tanggal 9 November 2010

I. Hasil Pemantauan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pukul 00:00-18:00 WIB erupsi masih berlangsung dengan intensitas yang menurun.
Berikut disajikan rangkuman hasil pemantauan terkini, meliputi data pemantuan secara instrumental dan visual.

1. Kegempaan
Berdasarkan hasil pemantauan kegempaan diperoleh jumlah kegempaan sebagai berikut:

2. Visual
Dari Ketep dilaporkan selalu terdengar suara gemuruh dengan intensitas lemahkuat. Suara gemuruh cukup kuat terdengar pada pukul 02:08 WIB disertai hembusan asap membumbung tinggi. Teramati pula sInar api dan suara guguran lava. Pada pukul 05:00 WIB teramati kolom asap setinggi 1500 m.
Dari pengamatan CCTV, tampak guguran lava mengarah ke K. Gendol, terjadi sebanyak 2 kali dengan jarak luncur maksimum 800 m (05:58 WIB).

Pukul 14:04 WIB. terasa gempa tektonik 5,6 SR dengan pusat gempa di 94 km Barat Daya Yogyakarta. Cuaca hujan dengan intensitas rendah hingga sedang terjadi sore ini dengan diiringi kabut tebal. Pukul 15:30 WIB, terlihat asap putih kecoklatan dengan tinggi 2700 m condong ke Barat Laut.

II. Awas Lahar
Semakin bertambahnya material erupsi di sepanjan alur sungai yang berhulu dari puncak G. Merapi dan material guguran kubah serta tingginya intensitas hujan di sekitar G Merapi, maka berpotensi terjadi banjir lahar di seluruh sungai tersebut.

III. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemantauan instrumental dan visual pada 9 ovember 2010 dari pukul 00:00 WIB sampai dengan pukul 18:00 WIB enunjukkan aktivitas G. Merapi masih tinggi.
Dengan kondisi tersebut, maka status aktivitas Gunung Merapi masih tetap pada tingkat Awas (level 4). Ancaman bahaya G Merapi dapat berupa awanpanas dan lahar.
IV. Rekomendasi
Sehubungan masih tingginya aktivitas vulkanik G. Merapi dan status masih ditetapkan pada level Awas, maka direkomendasikan sebagai berikut:
1. Agar dilakukan penyelidikan abu gunungapi yang dapat berpotensi mengganggu jalur penerbangan dari dan ke Lapangan Udara Internasional Adisucipto di Yogyakarta.
2. Tidak ada aktivitas penduduk di daerah rawan bencana III, khususnya yang bermukim di sekitar alur sungai (ancaman bahaya awanpanas dan lahar) yang berhulu di G. Merapi sektor Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Baratlaut dalam jarak 20 km dari puncak G. Merapi meliputi, K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu.
3. Segera memindahkan para pengungsi ke tempat yang aman di luar radius 20 km dari puncak G. Merapi.
4. Masyarakat di sekitar G. Merapi agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten setempat dalam upaya penyelamatan diri dari ancaman bahaya erupsi G. Merapi.
5. Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kawasan landaan awanpanas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.
6. Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas G. Merapi dan tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Sumber:
http://www.merapi.bgl.esdm.go.id/

Advertisements
Categories: Aktivitas Merapi
  1. November 9, 2010 at 9:56 am

    Merapi have been continue erupsion. On th dark early morning we may see erupsion fire At about 02.00 Am-05.00 Am , and hot cloud (wedus gembel, look like sheeps) appeared.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: