Home > Aktivitas Merapi > Aktivitas G. Merapi 8 November 2010

Aktivitas G. Merapi 8 November 2010

Akktivitas G. Merapi tanggal 8 November 2010 


Gambar 1. Gunung Merapi pada jam 02.47 tanggal 8 November 2010
(Sumber: Dedhi Irawan Subagyo)

I. Hasil Pemantauan
Berdasarkan analisa seismogram pada pukul 06:00-12:00 WIB telah terjadi awanpanas dengan intensitas sedang sebanyak 2 kali dengan durasi maksimum 9 menit. Sementara gempa vulkanik masih terjadi sebanyak 9 kali.

Berikut disajikan rangkuman hasil pemantauan terkini, meliputi data pemantauan secara instrumental dan visual.

1. Kegempaan
Berdasarkan hasil pemantauan kegempaan diperoleh jumlah kegempaan sebagai berikut:


2. Visual
00.00-05.59: Pengamat G. Merapi dari Cawan (Timur Klaten) melaporkan terdengar letusan. Pada saat yang bersamaan, pengamat dari Ketep melaporkan, terlihat asap setinggi 1 km, tidak terlihat awanpanas namun terjadi suara gemuruh besar. Di Ketep terjadi hujan abu dengan arah angin ke Barat dan Baratlaut. Pengamat dari Klaten melaporkan, terlihat kolom setinggi 3-4 km, tekanan kuat, warna abu-abu muda dengan arah condong ke Baratdaya, diiringi suara gemuruh yang keras. Aliran awanpanas teramaiti mengalir ke K. Gendol dan K. Woro.
06.00-11.59 : Dari pos pengamatan darurat Ketep dilaporkan masih sering terdengar suara gemuruh dengan intensitas sedang sampai kuat. Sesekali suara guguran terdengar namun tidak teramati langsung karena tertutup kabut. Kepulan awanpanas di K. Gendol sesekali terlihat. Angin bertiup cenderung kea rah Barat. Pada pukul 10:53 WIB terjadi hujan abu tipis. Hujan terjadi di puncak sekitar pukul 11:00 WIB menyebabkan terjadinya aliran di K. Senowo, K. Apu, K. Lamat, K. Trising, sementara di Ketep terjadi gerimis sampai dengan pukul 11:52 WIB.
Pengamat yang melakukan pengamatan di sector Timur (Klaten) melaporkan suara gemuruh terdengar keras dari Deles. Beberapa kali kepulan awanpanas teramati kea rah Barat Daya dengan kecepatan yang cukup tinggi dengan jarak luncur maksimum 4 km.
12.00-17.59 Dari pos pengamatan darurat Ketep dilaporkan kabut pekat senantiasa menyelimuti G. Merapi sepanjang siang hingga petang ini. Hujan dengan intensitas rendah-sedang mengguyur wilayah Ketep dan sekitarya. Pada pukul 16:57 WIB terdengar suara gemuruh dengan intensitas sedang.
18.00-23.59: Pukul 18:45 WIB dapat terlihat lava pijar dari CCTV. Dari pos pengamatan darurat di Ketep, dapat terdengar suara gemuruh, namun visual tidak tampak, karena kabut. Pukul 23:08 WIB, kembali terlihat lava pijar di CCTV. Pukul 23:15 WIB terlihat asap tebal setinggi 1,5 km ke arah Timur Laut. Terdengar suara guguran dengan intensitas sedang dari pos darurat di Ketep.

II. Awas Lahar
Endapan material hasil erupsi di sepanjang alur sungai yang berhulu di G. Merapi, semakin besar. Endapan tersebut berpotensi menjadi lahar, apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Berdasarkan laporan yang diterima BPPTK telah terjadi aliran lahar di K. Apu, K. Trising, K. Senowo, K. Lamat, dan K. Putih pada pukul 11:00 – 12:00 WIB.
III. Kesimpulan
Pada 8 November 2010 mulai pukul 00:00-23.59  WIB hasil pemantauan instrumentasl dan visual menunjukkan aktivitas G. Merapi pada tingkat Awas (level 4). Ancaman bahaya G. Merapi dapat berupa awanpanas dan lahar. Wilayah yang aman bagi para pengungsi adalah di luar radius 20 km dari puncak G. Merapi.

IV. Rekomendasi
Sehubungan masih tingginya aktivitas vulkanik G. Merapi dan status masih ditetapkan pada level Awas, maka direkomendasikan sebagai berikut:

1. Agar dilakukan penyelidikan abu gunungapi yang dapat berpotensi mengganggu jalur penerbangan dari dan ke Lapangan Udara Internasional Adisucipto di Yogyakarta.
Tidak ada aktivitas penduduk di daerah rawan bencana III, khususnya yang bermukim di sekitar alur sungai (ancaman bahaya awanpanas dan lahar) yang berhulu di G. Merapi sektor Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Baratlaut dalam jarak 20 km dari puncak G. Merapi meliputi, K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu.
2. Segera memindahkan para pengungsi ke tempat yang aman di luar radius 20 km dari puncak G. Merapi.
3. Masyarakat di sekitar G. Merapi agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten setempat dalam upaya penyelamatan diri dari ancaman bahaya erupsi G. Merapi.
4. Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kawasan landaan awanpanas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.
5. Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas G. Merapi dan tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Sumber: http://www.vsi.esdm.go.id

Advertisements
Categories: Aktivitas Merapi
  1. hari jatmiko
    November 9, 2010 at 7:27 am

    Terima kasih infonya, mohon updatenya selalu

  2. anjar
    November 9, 2010 at 8:05 am

    pagi ini aktifitas merapi meningkat tdk,aq mau evakuasi ternak di daerah pakem

    • November 9, 2010 at 10:10 pm

      hari ini kayaknya aktivitas merapi menurun, cuman sebelum subuh aktivitasnya meningkat

  1. November 8, 2010 at 8:56 am
  2. November 9, 2010 at 7:06 am
  3. November 10, 2010 at 5:21 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: