Home > Kesehatan > Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik

Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik

Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik

Abu vulkanik, sering disebut juga pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik  jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi suatu letusan, terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran halus. Batuan yang berukuran besar (bongkah – kerikil) biasanya jatuh disekitar kawah sampai radius 5 – 7 km dari kawah, dan yang berukuran halus dapat jatuh pada jarak mencapai ratusan km bahkan ribuan km dari kawah karena dapat terpengaruh oleh adanya hembusan angin. 


Gambar 1. Gunung Merapi memuntahkan material vulkanik, terlihat dari Klaten, Kamis (4/11). (AP Photo/Irwin Fedriansyah)

Letusan Gunung Merapi kali ini, juga menghasilkan abu vulkanik, baik yang jatuh di daerah-daerah yang dekat dengan Gunung Merapi maupun yang terbang jauh sampai ratusan kilometer. Abu vulkanik ini bisa membayakan  kesehatan manusia yang terpapar langsung oleh abu vulkanik.

International Volcanic Health Hazard Network sudah menerbitkan  panduan umum mengenai bahaya abu vulkanik beserta cara mengatasinya. Panduan  umum tersebut bisa di donlot di Melindungi Diri dari Abu Vulkanik

Sedangkan secara sederhana serangan abu vulkanik adalah sebagai :
1.  Pernapasan
Gejala pernapasan akut sering dilaporkan oleh orang-orang yang terpapar abu vulkanik. Biasanya beberapa keluhan ini yang muncul.
– Iritasi hidung dan hidung meler.
– Iritasi tenggorokan dan sakit tenggorokan, kadang disertai dengan batuk kering.
– Penderita bronkitis atau asma biasanya terserang batuk, produksi dahak bertambah, atau sesak napas.
– Gangguan napas menjadi tidak nyaman.

2. Mata
Indra penglihatan biasanya juga terserang. Karena abu vulkanik yang kasar, orang biasanya mengalami ketidaknyamanan mata atau iritasi selama terpapar abu. Berikut ini keluhan yang sering muncul.
– Mata kelilipan.
– Mata gatal atau merah.
– Kornea lecet atau tergores.
– Peradangan kantong yang mengelilingi bola mata karena terkena abu, yang memerah, sehingga mata terasa pedih dan sensitif terhadap cahaya.
– Penderita mata kering biasanya merasa matanya menjadi semakin kering.
Selain mata dan pernapasan, kulit bisa terkena iritasi.

Gambar 2. Masyarakat melakukan aktivitas menggunakan masker saat melintas di Jalan Pangeran Diponegoro, Yogyakarta, Jumat (5/11). (Foto ANTARAWahyu Putro A)

Sedangkan cara melindungi diri dari abu vulkanik adalah sebagai berikut:

– Pakailah pakaian pelindung dan masker debu efisiensi tinggi.

– Jika tidak ada masker yang sesuai, pakailah masker kain. Bisa menggunakan sapu tangan, kain, atau pakaian yang dapat menyaring partikel abu yang lebih besar. Untuk meningkatkan fungsi penyaringan, rendamlah kain dengan air.
– Pakailah kacamata, tapi bukan kacamata gelap. Pakailah kacamata yang bening karena jarak pandang berkurang.
– Pasien dengan bronkitis kronis, emfisema, dan asma disarankan tinggal di dalam rumah serta menghindari paparan abu.
– Seringlah minum air putih.
– Tutup rapat segala makanan/minuman agar tak terpapar abu.

– Berhati-hatilah jika melakukan perjalanan karena jarak pandang yang pendek bisa menyebabkan rawan kecelakaan.Anak-anak merupakan obyek yang rentan dengan abu vulkanik, berikut ini tips bagi anak-anak untuk melindungi diri dari serangan abu vulkanik:

– Jauhkan anak-anak dari paparan abu.
– Kurangilah aktivitas anak karena aktivitas yang berat akan menguras napas. Sementara itu, udara yang pekat menyebabkan anak kesulitan bernapas.
– Jika anak harus berada di luar rumah, bekali mereka masker yang daya saringnya kuat.
– Sering membersihkan interior rumah tempat anak bermain akan meminimalkan jumlah paparan abu di dalam rumah.

Sumber Tulisan:
1. Health hazards of volcanic ash: a guide for the public – Documents & Publications – Professional Res
2. http://www.tempointeraktif.com
3. http://id.wikipedia.org
4. http://www.kompas.com

Advertisements
  1. November 6, 2010 at 12:14 pm

    Trims infonya…

  2. November 6, 2010 at 12:18 pm

    Mohon ijin copas…

  3. any damayanti
    November 6, 2010 at 12:49 pm

    trimakasih infonya mas..

  4. caver
    November 7, 2010 at 6:47 am

    Mohon ijin copy paste…………

  5. WAHJU KRISNA
    November 7, 2010 at 8:25 am

    mas, ijin tak copy nggih……nuwun
    wahju krisna, 78

  6. November 7, 2010 at 8:49 am

    manstab gan!

  7. dodi
    November 7, 2010 at 5:32 pm

    suwun infonya mas

  8. gusur
    November 8, 2010 at 8:25 am

    Ijin nge Link Bos….

  9. wida
    November 8, 2010 at 10:17 am

    sori mas, mau mengoreksi dikit kalau istilah abu vulkanik itu cuma untuk material yg lebih kecil dr 2mm. suwun

  1. November 6, 2010 at 12:29 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: